Hasil kajian PBU terkait kasus PMK dan alasan ketidaklayakannya menjadi hewan kurban

Bagikan Berita:

GemaNtb.Com – Penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menjangkiti hewan akhir-akhir ini membuat pekan menjelang kurban diramaikan dengan pertanyaan akan layak atau tidaknya hewan ternak yang terjangkit PMK untuk dijadikan hewan kurban, hingga menjadi sorot dan dikeluarkan kajian oleh Lembaga bahtsul masail pengurus besar nahdatul ulama ( LBM PBNU ).

Kajian yang digelar 7 juni 2022 lalu ini mengulik beberapa ketentuan guna membandingkan kasus PMK yang menjangkiti hewan terkait keabsahannya dari pandangan hukum Islam.

Dari putusan kajian yang dikeluarkan oleh PBM PBNU dan telah di tandatangani oleh KH Mahbub Ma’afi Rahman selaku ketua LBM PBNU mengeluarkan beberapa hasil kajian terkait syarat syariah dan kaitannya dengan kasus PMK. “hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan menunjukan gejala klinis meskipun ringan tidaklah memenuhi syarat untuk dijadikan kurban”. Bunyi putusan kajian yang di kutip dari laman resmi NU Online.

Terdapat beberapa hal yang di pertimbangkan pihak LBM PBNU terkait alasan ketidak layakan Hewan terjangkit PMK untuk dijadikan hewan kurban, kajian demikian didasari kesamaan kasus PMK dengan kasus dalam beberapa hadist yang mengatakan hal demikian merupakan ‘aib atau (cacat/ keluar dari syarat sah/ tak layak).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Afifudin Mahajir menyampaikan sebuah Hadist Riwayat Ibnu Majah, bahwa Rasulullah telah bersabda, terdapat 4 indikasi yang membuat hewan tidak sah untuk di Kurban, ialah pertama adalah hewan yang jelas di salah satu matanya Buta, kedua merupakan hewan yang jelas-jelas sakit, ketiga ialah yang kakinya pincang, dan yang keempat hewan tidak sah untuk di kurban apabila badannya sangat kurus dan tak berlemak.

Sedangkan melihat kasus PMK sendiri, keterangan medis dari dokter hewan juga menyampaikan rincian gejala yang di alami hewan terjangkit PMK terbagi menjadi dua yaitu berat dan ringan, untuk gejala berat diantaranya adalah terjadinya pelepuhan yang bisa mengakibatkan cacat fisik/ luka, dan gejala ringan ditandai dengan adanya demam, nafsu makan kurang, muncunya lesi (abnormal) di bagiian lidah, gusi maupun area mulut lainya, dan pertanda gejala PMK ringan pada hewan ternak adalah dengan turunnya berat badan hingga 1 sampai 2 kilo perharinya.

“artinya kami menyimpulkan berdasarkan penjelasan dokter hewan itu merupakan aib yang menyebabkan hewan yang terjangkit PMK bisa tidak memenuhi syarat dijadikan kurban”. Tetapnya. (GM/Eby)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.