Nasib Mantan Atlit Tinju Nasional, Kini Tinggal Di Kandang Kuda

Bagikan Berita:

Kota Bima, Gema NTB – Mantan Petinju Nasional Suparlan (36) yang dulu pernah mengharumkan nama Bangsa Indonesia kini tidak pernah dianggap oleh pemerintah, mantan petinju Nasional tersebut pernah bertanding di dua Negara yaitu Negara Thailan dan Negara Philipin.

Fisik Rumah Bapak Suparlan

Dari latar belakangnya sebagai Atlit Tunju Nasional pemerintah harus mengukir kembali catatan sejarah yang pernah ia Toreh untuk negeri ini , sekalipun ia tidak lagi aktif sebagai Atlit tinju Nasional dan itu perlu dipandang khusus oleh pemerintah.

Suparlan yang merupakan warga Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda Kota Bima, saat ini sedang mengadu Nasib dan menjadi buruh kasar di pelabuhan kota Bima guna menafkahi kebutuhan Anak-Anaknya, bukan saja itu Suparlan bersama anak-anaknya tinggal dikandang bekas Kuda karena rumah kediamannya sudah hancur dan roboh dan tidak layak untuk ditempati.

Saat diwawancarai Suparlan menjelaskan “saya tinggal dengan kedua anak- anak saya semenjak saya ditinggal cerai oleh sang istri dan bersuami lagi. Imbuhnya

“Ia mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah walaupun sering di data oleh pihak Rt, Rw setempat tapi tidak pernah turun bantuan apalagi bedah Rumah, ” Tuturnya

Mengingat hal demikian di coba di konfirmasi (sumber Warga setempat), saat diwawancarai Haeroni (48) yang merupakan warga setempat juga mengaku “bahwa benar kalau saudara Suparlan ini tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Terangnya

“sedangkan warga ekonomi cukup malah dapat bantuan, seharusnya Suparlan ini harus diperhatikan pemerintah “pungkasnya

Untuk kepastian dan kejelasan sumber, pendapat dari beberapa masyarakat setempat kami langsun Menanyakan kejelasan Lurah Mpanggi Bunyamin S.Pd.

Saat dihubungi lewat WatsApp Bapak Lurah Mpanggi membantah bahwa warga atas nama Suparlan tersebut sudah terkafer namanya dalam BLT, cuman soal bedah Rumah belum bisa lantaran tanah yang ditempati Suparlan tersebut lagi dalam sengketa. Terangnya.

Sambungnya ” kami akan tetap usahakan program Bedah rumah ini jika persoalan sangketa Tanah ini selesai. Ujar pak Lurah
Dan kami akan perioritaskan saudara Suparlan untuk mendapatkan hak Bedah Rumah. Ujarnya

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.