Kominfo gaungkan sikap proteksi laut dari sampah plastik

Bagikan Berita:

Gema NTB – Laut merupakan salah satu ekosistem penting bagi kelangsungan hidup manusia, laut menjadi sumber penyumbang ketersediaan pangan yang tak luput sebaga andalan kebutuhan, Indonesia yang merupakan Negara kepulauan membuat laut menjadi harapan besar bagi masyarakat sebagai ladang mengais kesejahteraan, oleh karena itu kesadaran penuh untuk menjaga kesehatan laut merupakan suatu tanggung jawab besar yang perlu di jaga bersama, begitulah kira-kira dasar dari KOMINFO Indonesia untuk mengajak masyarakat bergerak menggandeng tangan menjaga kesehatan laut dari persoalan sampah.

“penanganan sampah untuk laut yang berkelanjutan”. Ujar Direktur Informasi dan Komunikasi dan maritim kementerian kominfo Septriana tangkary dalam acara webinar creative talk pojok literasi yan di gelar di lampung sabtu lalu (11/6/2022).
tangkary menambahkan “bahwa tanggung jawab terhadap kesehatan laut merupakan kewajiban semua pihak, Sebab sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh masyarakat akan bermuara pada laut, dan jika habitat laut bermasalah akibat sampah, maka akan merembes dan menjadi pemicu terhadap timbulnya persoalan-persoalan lain yang mengancam hajat hidup orang banyak. Jelasnya

“Pengelolaan sampah, baik darat maupun laut menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, daerah, swasta, dan yang terpenting unsur masyarakat”. Ujar septriana.

Acara yang di gelar melalui zoom meeting dan di siarkan pada chanel youtube Kominfo tersebut membahas beberapa strategi mengatasi problematika sampah pada ekosistem laut, dengan tujuan menghasilkan sejumlah solusi janka panjang, diantaranya adalah menargetkan akar masalah yaitu dengan mengurangi penggunaan dan perputaran produksi produk plastic sekali pakai.

“setidaknya 74 pemerintah provinsi/kabupten/kota telah menerbitkan peraturan tentang pengurangan sampah plastiksekali pakai sebagai upaya penanganan sampah untuk laut yang berkelanjutan”. Tutur septriana.

Acara yang juga diikuti oleh ketua komunitas Krui Kecah Ko Lampung Mizariadi tersebut juga mencontohkan beberapa sampel strategi yang mereka telah lakukan, diantaranya adalah upaya sosialisasi pada lingkungan pendidikan, meliputi penyuaraan pentingnya sikap kepedulian serta tata cara menjaga ekosistem seperti penanam terumbu karang dan menyebarluaskan semboyan ALISA yaitu “Aksi Lihat Sampah Angkat”, mizar menilai dengan upaya demikian dirasa akan sangat membantu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan, tak hanya laut, melainkan seluruh lingkungan yang menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem.

Mizar juga menghimbaukan kepada masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan sesuatu yang memicu membengkaknya suplaian sampah pada lingkungan.

“kalau tidak mau mengangkat sampah orang lain, minimal kita jangan jadi agen pembuang sampah sembarangan”. Ujar Mizariadi. (GM/Eby)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.