Operasi patuh jaya serentak dilakukan, berikut berbagai bentuk pelanggaran dan sanksi yang dikenakan

Bagikan Berita:

 

Gema NTB – Serentak jajaran kepolisian seluruh Indonesia pada hari ini senin (13/6/2022) akan melaksanakan operasi Patuh Jaya yang akan menyasar dan menertibkan sejumlah pelanggaran oleh pengguna jalan roda dua maupun roda empat.

Kabagobs Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan “Pelancaran operasi ini juga dimaksudkan guna meredusi potensi-potensi kelalaian yang dapat mengakibatkan berbagai bentuk Kecelakaan maupun menertibkan beberapa Surat-surat kendaraan yang belum membayat kewajiban pajak dan kegiatan ini dilakukan serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia”. Ujarnya (12/6/2022)

Operasi yang terhitung hari ini 13 Juni 2022 hinga 14 hari kedepan sampai minggu 26 juni 2022 akan berlangsung di seluruh daerah kabupaten maupun kota di Indonesia. Kombes Pol Eddy Djunaedi juga menambahkan “bahwa terdapat dua penggambaran bentuk penindakan terhadap pelanggar, yakni dengan tindak penilangan dan peneguran.Untuk penilangan sendiri akan dilakukan dengan mekanisme tilang elektronik atau disingkat ETLE. Jelasnya

Kombes Pol Eddy Djunaedi juga menegaskan ” bahwa penegakan hukum dengan dua cara, yakni dengan tilang, baik dengan elektronik statis maupun mobile, serta dengan penindakan teguran”.“jadi tidak ada pelaksanaan penegakan hukum dengan tilang manual”. Tuturnya.

Sedangkan untuk bentuk pelanggaran yang di sasar diantaranya adalah kelalaian pengendra yang tidak mengenakan helem, balap liar, melawan arus, memainkan ponsel saat berkendara, penggunaan rotator tidak sesuai, knalpot bising / racing, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi maupun penumpang mobil, berbonceng lebih dari dua orang bagi sepeda motor yang berkapasitas dua orang (satu pengemudi satu penumpang).

Berikut estimasi denda dan dasar hukum dari masing-masing pelanggaran :

1. Tidak menggunakan helem Akan dikenakan pasal 291 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tetntang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalanan (UU LLAJ) dengan denda maksimal Rp.250.000

2. Bermain ponsela kan dikenakan pasal 283 UU LLAJ dengan denda maksimal Rp.750.0000.

3. Melawan arus Akan dikenakan pasal 287 UU LLAJ dengan denda maksimal Rp.500.0000.

4. Balap liar Akan dikenakan pasal 297 Juncto pasal 15 huruf b dengan pidana kurungan maksimal satu bulan dan denda maksimal Rp.3.000.000.

5. Pengguna rotator tidak sesuai
Kendaraan berplat hitam akan dikenakan pasal 287 ayat 4 UU LLAJ dengan denda maksimal Rp.250.000.

6. Knalpot bising / racing
Akan dikenakan pasal 285 ayat 1juncto pasal 106 ayat 3 UU LLAJ, dengan hukuman pidana kurungan paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp. 250.000.

7. Tidak menggunakan sabuk pengaman Akan dikenakan pasal 289 UU LLAJdengan denda maksimal Rp.250.000.

8. Bonceng melebihi kapasitas sepeda motor yang berkapasitaskan dua orang yakni pengemudi dan panumpang tidak di kenakan menambah kapasitas lebih dari jumlah demikia, bila sampai melanggar akan dikenakan pasal 291 UU LLAJ dengan denda maksimal Rp. 250.000. (GM/Eby)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.