BUMN tak tampak sebagai sponsor Formula E, Juru Bicara BUMN Arya Sinulingga : prosesnya panjang.

Bagikan Berita:

Gema NTB – Akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan soal BUMN di isukan tak sponsori perhelatan formula E, balab jet darat berteaga electic yang di gelar pada 4 juni lalu tersebut menuai banyak pertanyaan soal mengapa BUMN tak tampak sebagai salah satu sponsor domestic yang mewarnai ajang balap dunia tersebut.

Terkait hal tersebut, juru bicara BUMN Arya Sinulingga menyatakan, bahwa hal terkait sponsorship semacam ini tidak membutuhkan watu yang sebentar untuk bisa bekerja sama mendukung even internasional semacam ini.

Iapun menuturkan, bahwa pihak BUMN sendiri baru menerima proposal sponsorsip dari pihak formula E sebulan sebelum even di selenggarakan, dan sebulan merupakan waktu yang kurang untuk mendealkan kerjasama sponsor yang akan melibakan aktifitas bisnis besar didalamnya, terutama untuk even yang berskala internasional.
“BUMN ini kan bisnis gitu, yang harus di perlakukan sebagai sebuah bisnis, maka mereka akan mempertimbangkan semua konsekuensi dari sebuah sponsorship misalnya. Kenapa, kontrapertasinya bagaimana, jadi memenuhi GCG (good corporate goverance) gitu”. Tutrnya.

Iapun turut mengambi contoh kasus pada perhelatan moto gp di Mandalika beberapa bulan lalu bahwa kerjasama yang di canangkan dalam bentuk sponsorsip pemrosesan proposal yang di peroleh Pertamina untuk menyeposori Moto gp bahkan menyentuh waku satu tahun lamanya sebelum pertamina menjadi salah satu sponsor untuk perhelatan moto GP.

“di Mandalika, moto gp yang kita tau skalanya sangat mendunia itu saja mereka mengirimkan proposalnya, setahu kami ni ya pertamina sampai setahun dan berproses, nah ini banyak public nggak tau”. Ujarnya.

Iapun menjawab mengapa BUMN tak terlibat pada perhelatan formula E kemari sebab proses yang di perlukan untuk mendealkan perjanjian bisnis sponsorsip tidak memerlukan waktu yng sebentar, ragam hal perlu di pertimbangkan dan memakan waktu, terlebih pada even berskala dunia seperti formula E akan memakan aktu idela kurang lebih satu tahun lamanya hingga suatu organisasi bisnis bisa terlibat mendukung menjadi sebuah sponsor. (gema/Eby)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.