Libur Panjang Lebaran, Paramedic Tetap Berikan Pelayanan Normal, RSUD Provinsi NTB Siaga 24 Jam

Bagikan Berita:

Gemantb.com -hari raya idul fitri yang selalu di hadiahii libur panjang untuk para pekerja rupanya tak sepenuhnya berlaku untuk para ptugas di lembaga siaga penanganan kesehatan seperti rumah sakit, seperti halnya RSUD Provinsi NTB yang selama libur lebaran tetap menerima dan melakukan pelayanan.

“tidak ada tenaga kesehatan yang libur, kita siap 24 jam”. Terang Herman Mahaputra selaku Direktur utama Rumah sakit umum daerah Provinsi NTB.

Bentuk penugasan yang bersifat  emergency membuat segala bentuk pelayanan yang di perlukan harus tetap tersedia setiap saat. Maka dari itu para pekerja medis harus tetap bisa siap standby untuk menerima panggilan tugas setiap saat tanmpa ada kelonggaran pelayanan.

“kita yang bekerja di pelayanan tidak bisa libur total, apalagi dalam masa pandemi seperti ini”. Ujarnya.

Meski demikian, Herman mengatakan bahwa paramedis akan tetap memperoleh jatah istirahat karena manajemen jam kerja yang telah terjadwalkan dan melakukan penyesuaian.

“tanggal merah libur, namun sesuai jadwal harus ada yang piket, shift-siftan. Misalnya yang piket ni muslim, silahkan sholat dulu, (rumah sakit) di jaga oleh yang non-muslim”. Jelas Herman.

Heman memastika segala bentuk pelayanan kesehatan di saat dan pasca sholat Ied, saat libbur, dan menjelang libur lebaran selesai  akan tetap tersedia setiap saat untuk masyarakat, tak hanya di rumah sakit, tenaga kesehatan bersama jajaran TNI-Polri pun juga turut di sebarkan di beberapa titik untuk di siagakan.

“jelas siaga 24 jam kalau faskes, IGD-nya harus siap 24 jam. Kemudian juga kita mmbantu di pospam dan posyan yang di dirikan TNI dan Polri”. Terangnya.

“pelayanan kesehatan disaat libur lebaran tidak ada bedanya seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita tetap berikan pelayanan, . karena kita kan pelayan public, maka di atur sedemikian rupa, dimana pada saat hari raya yang muslim off dan yang non-muslim standby, habis itu kembali lagi seperti biasa” papar Herman.

Selain aksesibilitas pelayanan kesehatan, pasokan logistic medis juga turut di tingkatkan  guna mengcover semua kebutuhan pelayanan saat hilir mudik yang cukup tinggi saat lebaran.eby

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.