Polisi di Bima dan Sang Istri Saling Lapor, Motif Utamanya Terkait Dugaan Perselingkuhan

Bagikan Berita:

GemaNTB – Peristiwa menarik terjadi di Kabupaten Bima Prov. NTB. Sepasang suami istri saling melapor terkait prahara yang menimpa rumah tangga mereka. Sang suami, Bripka HM merupakan personil polisi yang bertugas di Polres Bima, sedangkan sang istri berinisial RN beralamat di Desa Ragi Kec. Palibelo.

Pasalnya, pada 21 Juli 2021 rumah tangga pasangan suami istri yang resmi menikah pada 5 Juni 2012 ini diterpa masalah hingga membuat mereka harus pisah ranjang. Tepatnya pada April 2022 ini, prahara rumah tangga mereka kian rumit hingga akhirnya diantara keduanya saling melapor dengan motif yang saling timbal balik.

Sang suami, HM melaporkan sang istri terkait kasus perselingkuhan pasca dirinya memergoki istrinya saat sedang bersama pria lain yang dicurigai selingkuhannya di depan kantor sekretariat partai Golkar di desa Talabiu pada 24 Maret 2022 pukul 23.25 wita.

Baca Lainnya :

HM mengaku gugatan tersebut disampaikan setelah beberapa bulan pisah ranjang, tepatnya tanggal 24 Maret 2022 melihat langsung istrinya RT menurunkan seorang pria dari dalam mobilnya pada tengah malam. Pria berinisial HRS ini memang sudah dicurigai HM sejak lama berdasarkan informasi dari berbagai sumber bahwa istrinya sering bersama HRS.

HM mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan istrinya. “Awal kami pisah ranjang karena hilang kepercayaan. Harusnya pada kondisi ini kami ada waktu untuk introspeksi diri. Tapi pada kenyataannya justru makin buruk, malah dia (RT) semakin bebas menjalin hubungan dengan pria lain. Bahkan lebih gila lagi dia berani membawa masuk laki laki lain saat suami tidak di rumah,” ungkapnya

“Setelah kejadian ini, saya hanya ingin cerai baik-baik sesuai ketentuan yang berlaku. Lagi pula 9 tahun menikah kami tidak dikaruniai keturunan ditambah lagi sikap dan ulahnya yang tidak mampu menjaga kehormatan suami. Rasanya sudah tidak ada yang harus saya pertahankan atau saya perjuangkan untuk hubungan ini,” pungkas HM.

Sementara sang istri, RN melaporkan suaminya lewat SPKT Polres Bima dengan nomor laporan : P/244/IV/2022/SPKT/Res Bima, tanggal 04/4/2022 terkait UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan Pasal khusus tentang penelantaran istri dan anak yang terancam kurungan tiga tahun penjara. Selain itu, RN juga menaruh dugaan kuat bahwa suaminya telah memiliki wanita idaman lain.

“Selama ini dia tidak lagi pernah memberikan perhatian untuk keluarga, termasuk perhatian memberi nafkah pada saya dan anaknya. Dan lebih menyayat hati, ketika saya mengajak HR saat bertemu dijalan baru Desa Panda untuk kembali kerumah, justru tamparan kata-kata yang yang saya dapatkan, dan dengan tegas HR tidak mau kerumah dengan alasan masih ada utang pada salah satu Bank swasta di bima, pada hal utang HR menjadi tanggungjawab saya cicil bulanan 2,2 juta selama 24 bulan.” Jelasnya.

Tidak hanya itu katanya, RN mengungkapkan, berbulan-bulan ia membuka Tabir penyebab perubahan sikap HR suaminya yang dinilainya tidak lagi perduli dengan rumah tangga, ternyata suaminya memiliki wanita idaman lain. ” Ternyata kuat dugaan saya, sesungguhnya suami saya (HR) sudah ada wanita lain bersamanya selama ini.” ungkap RN. /Gm-ER

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.