Aksi Penganiayaan Terhadap Aktivis Oleh Oknum Pegawai Kejati NTB Berujung Damai

Bagikan Berita:

GemaNTB – Insiden penganiayaan terhadap seorang aktivis yang dilakukan oleh oknum pegawai Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB diruang pertemuan kantor setempat yang sempat heboh pada Jumat (28/3) yang lalu akhirnya memasuki episode pamungkas.

Korban, Adi Alfaisal yang merupakan pendiri organisasi LAPAS NTB itu akhirnya mencabut kembali laporan yang telah diajukannya ke pihak kepolisian dan memutuskan untuk berdamai dengan pegawai Kejati NTB, Said Ansyari selaku pelaku penganiaya dirinya.

Sebagaimana yang diberitakan oleh media GemaNTB sebelumnya, saat itu Adi Alfaisal bersama anggota LAPAS NTB melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kejati NTB. Saat hendak berdialog dengan unsur pimpinan kantor tersebut tiba-tiba terjadi aksi cekcok yang berujung pada pemukulan oleh pelaku terhadap korban.

Moment pasca penandatanganan Surat Kesepakatan Damai antara kedua belah pihak.

Pasca kejadian, korban Adi Alfaisal yang juga merupakan seorang jurnalistik tersebut  langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Namun belakangan laporan tersebut akhirnya dicabut setelah adanya kesepakatan untuk berdamai dengan oknum pelaku.

“Proses perdamaian dan cabut laporan hukum yang kemarin saya masukan murni didasari oleh nurani dan moralitas persaudaraan diatas segala-galanya,” ungkap korban Adi Alfaisal pada Senin (3/4) di Kota Mataram.

Adanya kemauan Adi untuk berdamai dengan pelaku juga tidak terlepas dari arahan Kadis PUPR NTB Ridwan Syah dan juga Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi sebagai orang tuanya di Pulau Lombok. “Kami sangat taat dan nurut pada arahan dan masukan dari sosok orangtua kami dan abang kami tersebut,” jelasnya.

“Semoga kejadian kemarin tidak terulang lagi untuk hari mendatang yang menimpa kami maupun masyarakat lain yang hadir berdialog di gedung Kejati NTB,” harapnya

“Kami sadar akan ada pikiran negatif dari masyarakat atau pihak-pihak atas upaya perdamaian ini. Dengan niat tulus menjaga tali silahturahmi, secara sadar kami pilih jalan menjaga persaudaraan serta kondusifitas daerah,” ungkapnya.

Sementara itu pada Senin (4/4), Ketua LAPAS NTB yang juga korlap aksi pada saat kejadian, Juwaedin juga ikut bersuara  “Saya mendukung dan apresiasi langkah yang diambil oleh pendiri LAPAS NTB untuk menyelesaikan persoalan ini dengan Langkah Damai atas berbagai pertimbangan, walaupun bagi dia akan banyak hujatan dan cemohan atas keputusannya,” ungkapannya.

“Tak lupa juga saya mengapresiasi kepada seluruh penggiat medsos atas solidaritas serta suport terkait kasus pengeroyokan terhadap pucuk pimpinan LAPAS NTB. Kami sebagai keluarga besar yang ada di LAPAS NTB, mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak.” tambah Juwaedin. /Gm-ER

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.